Selanjutnya, Pembukaan ditandai dengan penaikan layang-layang berlogo PAN dan JE (Jon Erizal) oleh Jon Erizal.
Bakal Cagubri yang masih muda ini memberikan hadiah seekor kambing kepada pemenang pertama. Sedangkan pemenang dua dan tiga, serta hiburan, panitia menyediakan hadiah berupa uang. ‘’Ini permainan rakyat yang menarik untuk dilestarikan,’’ ujar Jon Erizal.
Menurut kordinator festival, Zulhayani, lomba memakai sistem gugur. Setiap sepuluh layang-layang.yang dinaikkan, akan diambil satu sebagai pemenang. Pemenangnya adalah layang-layang yang paling tinggi dan tegak lurus. Panjang benang masing-masing 500 meter. ‘’Yang paling tinggi dan tegak lurus, itulah pemenangnya,’’ ujar anggota DPRD Siak ini.
Dari sepuluh layang-layang yang juara satu, diadu lagi untuk mencari juara terbaik. Maka, diambil juara pertama sampai ketiga dan dua hiburan. ‘’Peminatnya cukup banyak, namun kita batasi,’’ ujar Zulhayani. Putra kelahiran Pariaman, Sumbar, ini berencana akan mengadakan festival layang-layang jenis danguang (jantan) se Provinsi Riau dalam waktu dekat.
Berdasarkan tradisi masyarakat Riau, Festival atau lomba layang-layang ini biasanya dilaksanakan seusai panen padi di sawah. Mereka mengadakan lomba di tengah padang persawahan yang luas tersebut. Para pemuda dan masyarakat bergembira setelah menikmati hasil panennya. ‘’Biasanya pemuda dan pemudi bergembiara ria setelah panen raya,’’ ujar Zulhayani.(Fes)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar